Gap Analysis, Pelajari Langkah dan Jenisnya!

  • Home
  • BISNIS
  • Gap Analysis, Pelajari Langkah dan Jenisnya!
gap analysis

Apa itu Analisis Kesenjangan?

Gap Analysis dilakukan untuk mengetahui apakah kinerja dan metode unit-unit perusahaan telah bekerja dengan tepat untuk memenuhi target. Analisis didasarkan pada target dan harapan yang telah ditetapkan oleh perusahaan.

Dengan menganalisis kesenjangan situasi saat ini dengan target perusahaan di masa depan, perusahaan dapat merumuskan strategi untuk lebih mengoptimalkan unit perusahaan di masa mendatang.

Selain mengevaluasi efektivitas kinerja saat ini, melalui gap analysis, perusahaan juga dapat mengevaluasi kembali target yang ingin dicapai.

Baca juga: Arti dan Jenis Program Kerja Perusahaan

4 Langkah Analisis

Ada 4 Langkah Gap Analysis yaitu:

Menentukan dan menentukan tujuan perusahaan

Tujuan atau target dapat diatur dengan parameter CERDAS yaitu Spesifik, Terukur, Dapat Dicapai, Realistis, dan Tepat Waktu.

Selain itu, target perusahaan harus sesuai dengan misi perusahaan, strategi bisnis, dan tujuan bisnis.

Kumpulkan data yang relevan

Data dapat dikumpulkan dari berbagai sumber seperti dokumentasi, key performance indicator (KPI) atau capaian kinerja lainnya, wawancara dengan pemangku kepentingan, brainstorming, dll.

Menganalisis data yang diperoleh

Analisis membantu untuk mengetahui gap atau kesenjangan yang ada, seperti mengapa kinerja perusahaan tidak sesuai dengan target yang diinginkan.

Tulis laporan

Laporan analitis harus disusun berdasarkan data kualitatif dan penjelasan yang benar-benar diperoleh. Laporan tersebut akan memudahkan manajemen perusahaan dan pembuat kebijakan untuk menentukan strategi selanjutnya.

Baca juga: PHK: Kebijakan Hukum, Prosedur, dan PHK

Metode Analisis Gap

Ada berbagai alat dan mekanisme analisis kesenjangan yang dapat digunakan perusahaan.

Kerangka Kerja 7S McKinsey

Metode yang dikembangkan oleh perusahaan konsultan McKinsey & Co ini menggunakan model 7-S yang menganalisis kinerja perusahaan melalui 7 parameter. 7-S yang dimaksud adalah:

Struktur Sistem Strategi Staff Style atau gaya kerja Keterampilan atau kemampuan Common Values ‚Äč‚Äčatau nilai bersama

Ketujuh parameter di atas adalah people centric atau fokus pada SDM sebagai aset utama perusahaan. 7S membantu menentukan gaya kerja karyawan dan strategi yang tepat untuk mengoptimalkan kinerja karyawan.

analisis SWOT

SWOT adalah singkatan dari Strength, Weakness, Opportunities, dan Threat.

Melalui kerangka analisis ini, perusahaan dapat menentukan strategi terbaik untuk pengalokasian sumber daya sesuai dengan situasi, kekuatan dan kelemahan perusahaan, serta proyek-proyek masa depan.

Model Nadler-Tushman

Anggota organisasi David A. Nadler dan Michael L. Tusman mengembangkan Congruence Model atau Model Kesesuaian. Model ini didasarkan pada asumsi bahwa suatu perusahaan hanya dapat berjalan jika pekerjaan, SDM, struktur perusahaan, dan budaya perusahaan saling bersinergi secara kongruen atau selaras.

Oleh karena itu, analisis dilakukan secara bertahap sesuai dengan empat unsur yaitu:

Kinerja perusahaan -> target bisnis, strategi bisnis, dan tugas yang harus dilakukan oleh SDM perusahaan -> kinerja karyawan, kapabilitas, dan pengetahuan Struktur perusahaan -> hirarki posisi karyawan, kesempatan karyawan untuk promosi, dll. Budaya perusahaan -> kenyamanan lingkungan perusahaan, konflik karyawan, nilai-nilai bersama, dll.

Baca juga: Inilah Manfaat Fitur Pengenalan Wajah

Melalui 3 jenis Gap Analysis di atas, perusahaan dapat menganalisis kinerja saat ini dan target bisnis ke depan. Analisis ini tentu saja penting untuk mengoptimalkan bisnis dan keberlanjutan perusahaan.

Salah satu cara mengoptimalkan bisnis Anda adalah dengan menggunakan absensi pekerja yang praktis dan akurat, seperti SmartPresence. SmartPresence memanfaatkan fitur absensi wajah dan deteksi lokasi sehingga absensi tidak bisa lagi dipalsukan. Selain itu, SmartPresence juga menyediakan integrasi absensi hingga data cuti seluruh kantor yang dapat diakses dengan mudah oleh HRD!

Mari cari tahu lebih lanjut tentang SmartPresence!

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *